Kata Pengantar
Bismillah,, alhamdulilah, Segala pujia bagi Allah SWT Robb semesta alam, sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita nabiyulloh Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang benderang. Kemudian keselamatan atas para Tabi'in Tabiut Tabiin yang setia serta menyampaikan dan melestarikan ajaran islam hingga kini sampai kita dapat merasakan nikmatnya rengkuhan islam didalam sanubari kita.
Disini saya membawakan makalah mengenai ' fisiologi pada bayi baru lahir' . semua perubahan- perubahan pada neonatus akan dibahas dan dijelaskan dalam tulisan ini. Saya berterimakasih pada dosen yang telah memberi ilmu selama ini, sehingga kritik saran dari pembaca sangat saya harapkan disini.
Yogyakarta, 29 April2019
Penulis
Bab l
Pendahuluan
Latar belakang
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi.
Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa.
ii. Rumusan masalah
※ Apa yang dimaksud dengan fisiologi Bayi baru lahir?
※ Bagaimana fisiologi sistem tubuh bayi baru lahir?
iii. Tujuan penulisan
※ Supaya Mahasiswi mengerti pengertian dari bayi baru lahir.
※ Supaya Mahasiswi mengerti terhadap fisiologi bayi baru lahir.
Bab ll
Isi
Definisi Bayi baru lahir ( BBL )
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37- 42 minggu dengan berat badan sekitar 2500 gram hingga 4000 gram [ Synopsis obstetri, EGC, jakarta ]
Panjang bayi baru lahir normal biasanya 50- 55 cm dan berat badan 2,4 kg - 4,5 kg dengan rata- rata 3,5 kg.
B. Mekanisme fisiologi Sistem tubuh BBL
Setelah lahir, neonatus mengalami beberapa perubahan fisiologis sehingga dapat beradaptasi dengan kehidupan diluar uterus. Dibawah ini merupakan hal hal yang termasuk perubahan fisik dari neonatus pasca dilahirkan :
Perubahan pada pernapasan
Pada menit- menit terakhir kelahirannya, janin semakin menjadi hipoksik karena kekurangan oksigen, sebagai akibat kurangnya sirkulasi darah melalui plasenta karena kontraksi uterus yang kuat. Derajat hipoksia yang ringan ini merangsang usaha bernafas pertama kali pada neonatus setelah dilahirkan. Dengan usaha bernafas pertama ini, cairan yang menempati jalan nafas didorong ke dalam alveoli yang mengembang, sehingga cairan ini dapat diarbsorbsi dengan cepat ke dalam pembuluh dan sirkulasi limfe paru. Dalam 15 menit setelah lahir, cairan ini telah hilang, dan alveoli akan mengembang karena udara. Jika keadaan ini tidak terjadi, akan timbul masalah. Sekali terjadi pernafasan, irama pernafasan akan dipertahankan oleh kemoreseptor- kemoreseptor yang bertanggung jawab atas respon ventilasi terhadap karbon dioksida dan hipoksis.
2) Perubahan pola sirkulasi darah
Perubahan kedua adalah pengalihan arah aliran darah setelah terhentinya aliran darah yang tinggi melalui aerteri umbilikalis untuk memberikan perfusi ke vili plasenta, dan volume darah yang besar yang kembali melalui vena umbilikalis dan vena cava. Tekanan vena di vena cava menurun sehingga duktus Venosus menutup. Paru mengembang pada saat pernafasan pertama dan tekanan vaskular paru turun secara tiba-tiba. Dalam waktu yang sama, tekanan darah sistemik bayi sedikit meningkat. Ini mengakibatkan pembalikan arah aliran sementara melalui duktus arteriosus. Ketika bayi bernafas, tegangan oksigen didalam darah akan meningkat dan dinding muskular duktus ini berkontraksi, sehingga aliran darah yang melaluinya berhenti. Pada saat yang sama, tekanan di dalam atrium kanan menurun. Terjadi peningkatan serentak aliran darah di seluruh paru. Darah masuk ke dalam atrium dan mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam atrium kiri. Katena terjadi perubahan h perubahan tekanan antara kedua atrium, terjadilah penutupan foramen ovale.
Dengan menutupnya duktus venosus, foramen ovale dan duktus arteriosus, terbentuklah pola sirkulasi darah dewasa
3) Perubahan fungsi hati
Setelah terjadi perubahan perubahan kardiovaskuler, hati bayi mendapat perfusi darah dalam jumlah yang lebih banyak. Hati bayi dapat mengubah glukosa menjadi glikogen secara efisien sebagaimana hati orang dewasa, tetapi beberapa enzimnya masih imatur. Yang paling penting adalah kemampuannya mengadakan konjugasi bilirubin. Akibatnya dapat terjadi ikterus fisiologik dalam 6 hari pertama setelah lahir.
Kebanyakan hlikogen yang tersimpan di dalam hati disiapkan dalam 8 minggu kehidupan intra- uteri. Sekarang glikogen dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam beberapa hari kehidulan pertama. Bayi preterm mempunyai jumlah simpanan glikogen yang lebih kecil dan dapat timbul hipoglikemia. Setelah beberapa hati lahir, neonatus mendapat energi dari makanan dan dengan mengoksidasi lemak yang tersimpan didalam jaringan adiposa.
4). Pengaturan suhu tubuh
Pada waktu lahir, suhu tubuh dipertahankan dengan vaso kontriksi lembuluh darah kulit, tetapi lemeliharaan suhu tubuh relatif sulit karena permukaan tubuh bayi baru lahir relatif besar. Suhu tubuh pada banyak bayi baru lahir menurun 1,5°C segera setelah lahir, karena hilangnya lanas secara cepat dari kulit yang basah, tetapi kembali menjadi normal dalam beberapa jam. Bayi yang matur sudah menyimpan lemak di dalam jaringan adiposa coklat dan dapat menggunakannya untuk menghasilkan panas tanpa menggigil. Bayi preterm mempunyai jumlah lemak coklat yang lebih sedikit sehingga dapat mengalami hipotermia.
Karena ketidakstabilan pengaturan suhu jni, neonatus harus dibungkus dengan baik pada cuaca dingin , tetapi pada cuaca panas harus dihindarkan popok yang tebal. Bayi baru lahir akan kehilangan panas melalui 4 mekanisme, yaitu :
√ Konfeksi : apabila neonatus terpapar udara sekitar yang lebih dingin.
√ Konduksi : apabila neonatu mendapatkan kontak langsungantara tubuh bayi dengan permukaan yang lebih dingin.
√ Radiasi : apabila neonatus ditempatkan di dekat benda- benda yang memiliki suhu lebih rendah daripada suhu tubuh bayi.
√ Evaporasi : apabil terjadi penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi sendiri karena setelah lahir tubuh bayi tidak segera dikeringkan.
5) Susunan syaraf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar